Sejarah Musik Thrash Metal

  
    Sedikit pembahasan mengenai musik cadas ini yang lumrah termasuk dalam golongan musik UG (Underground). Thrash metal (kadang-kadang disingkat menjadi thrash), adalah sebuah extreme metal subgenre dari heavy metal yang berciri memiliki tempo yang cepat dan agresiv. Lagu-lagu thrash metal biasanya menggunakan stem gitar nada rendah dan perkusi yang cepat. Lirik-lirik thrash metal sering mengangkat tema masalah-masalah sosial menggunakan bahasa yang kasar dan mendalam, sebuah pendekatan yang sebagian mirip dengan genre hardcore. Band "Empat Besar" atau "Big Four" thrash metal adalah Anthrax,MegadethMetallica, dan Slayer, yang secara bersama-sama dan memopulerkan genre ini diawal tahun 1980-an. Ada pula yang mengatakan bukan lagi "Empat Besar" tetapi menjadi "Lima Besar" Megadeth, Slayer, ExodusPantera, and Metallica.  Di Eropa style ini dibawa oleh tiga band asal Jerman, yaitu KreatorSodom, dan DestructionTestament dan Exodusdari San FransiscoOverkill dari New Jersey dan Sepultura dari Brazil. Sekitar 16 tahun yang lalu, Underground Metal, mulai muncul di industri musik barat. Tampil dengan 2 jenis yang berirama cepat dan yang berirama sedang (slow).


     Asal muasal thrash metal secara umum dijejaki pada akhir tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an, ketika beberapa band mulai menggabungkan sound dari New Wave of British Heavy Metal, menciptakan sebuah genre baru dan mengembangkan kedalam gerakan yang terpisah sendiri dari punk rock and hardcore. Genre ini lebih agresiv dibandingkan speed metal. Sering kali dicampurkan dari kategori metal yang satu dengan metal yang lain, dan juga beberapa band ada yang menggabungkan pengaruh musikal dari genre non-metal.

     Aliran Slow Metal dijuluki “Heavy sludge sound” yang aslinya dari sound Black sabbath. Band-band dengan aliran ini adalah Candlemass, St. Vitus dan Trouble. Sekarang ini muncul beragam gaya Metal underground, dari yang agressif dan bertenaga hingga yang memiliki nuansa “New Millenium ”.

    Metal underground berkembang dan menyebar hingga hampir ke seluruh bagian dunia, bahkan sampai seperti dikatakan seorang editor majalah musik "Perkembangan musik ini bagaikan cabang “McDonald” yang ada hampir diseluruh dunia."
     Metallica adalah band dengan aliran ini, seperti kita ketahui mereka telah menjadi icon industri ROCk dengan BLACK ALBUMnya yang fenomenal. Sampai sekarang Thrash Metal-lah salah satu Underground Metal yang paling banyak mendapatkan perhatian dari Major Label (industri rekaman ternama).
Terpengaruh oleh band dari inggris, Thrash Metal lebih-lebih berkembang di Amerika (kecuali Sepultura yang berasal dari Brazil).
     Di awal tahun 80-an aliran Thrash Metal menghasilkan Masterpiece-masterpiece yang artistik seperti  Master puppets, Metallica (elektra 1996),  Reign in Blood, Slayer (American 1986), dan Arise, Sepultura (Road runner 1991)
     Slayer dinobartkan sebagai "The King of Underground Metal" selama 1 dekade dan masih dihormati sampai sekarang ini, tetapi mungkin, band Thrash Metal terbesar adalah Pantera yang terakhir mengadakan konser resmi 101 proof (Eastwest).
     Lalu bagaimana berita thrash metal Indonesia,,???
    Jika kalian mengira bahwa Indonesia tidak mempunyai band thrash metal legendaris, maka sangat salah. Karena Rotor grup pengusung thrash metal asal Jakarta ini kembali bangkit dari kuburnya selama bertahun-tahun dan siap berotasi kembali.
    Band yang terbentuk tahun 1991 ini merupakan dedengkot musik metal dan menjadi legenda di Indonesia. Dan mereka kali ini kembali mengeluarkan rilisannya walaupun bukan rilisan baru. Mereka merilis ulang album 4 lamanya, BEHIND THE 8TH BALL (1992),ELEVEN KEYS (1995), NEW BLOOD (1996), MENANG (1997) yang telah di remastered. Dan nantinya akan dikompilasikan menjadi dua CD berisi 35 lagu dalam satu kemasan dan keluar di pasaran bulan Oktober ini.


    Album ini mungkin akan menjadi koleksi wajib para metalhead tanah air, pasalnya album-album lama mereka yang masih format kaset sudah langka di pasaran. Single-single sepertiNuclear SolutionBehind The 8th BallPluit PhobiaEleven Keys juga terdapat di album diskografi ini. Tak hanya itu saja album ini juga mencantumkan lagu-lagu yang belum pernah dirilis saat Alm Jody yang juga mantan suami Ayu Azhari ini mengisi vokal.


    Dan kabar yang mengejutkan lagi band yang pernah menjadi pembuka Metallica dan welcome show Sepultura ini kabarnya bereuni kembali dan segera melakukan perjalanan tur Eropa untuk mengenalkan kembali musiknya di sana. Dan di tahun 2011 nanti Rotorakan melakukan tur di beberapa kota di Indonesia.
Rotor sebelumnya sempat vakum di tahun 1998 karena beberapa personelnya meninggal akibat overdosis obat-obatan. Personel asli Rotor saat ini hanya menyisakan M Irvan Sembiring (gitaris) yang juga menjadi pendakwah setelah membubarkan Rotor. Dan kali ini mereka siap untuk kembali menyerukan metal di Indonesia.

     Betrayer adalah Thrash Metal band dari Jakarta yang beranggotakan Lilik Wardiandi(vokal / gitar), Garry Martin (gitar), dan Doddy (bass), kini tidak lagi bersama Akbar (drum)yang telah mengundurkan diri dari band untuk lebih serius di The Superglad. Penggantinya adalah Endro, seorang kawan lama Lilik di band Blame dan merupakan instruktur drum diInstitut Musik Indonesia (IMI).
     Setelah 16 tahun berdiri, beberapa kali bongkar pasang personel dan 4 album penuh,Betrayer akhirnya merilis album The Best of Betrayer masih di bawah label Pops / Aquarius Musikindo setelah mereka absen selama 3 tahun.

     Ada 12 lagu di dalam album The Best of Betrayer ini. Selain hits lama seperti “Bendera Kuning”, “Pasukan Berani Mati”, “Habis Gelap Tak Terbit Terang” dan “Damai Bersamamu”, ada dua lagu baru berjudul “Cinta Yang Kembali” dan “Melayang” di album ini. Lagu baru yang pertama disebut merupakan single gres yang berbeda dari tradisi musik Thrash Metal mereka. 

Sumber: http://naturaldestroyed.blogspot.com/2011/03/sejarah-munculnya-musik-thrash-metal.html

0 comments:

Post a Comment